Rahasia Keberuntungan ( bag 7)

Tulisan Sebelumnya : Rahasia Keberuntungan ( bag 6)


Coba kalau bukan beruntung, apa ini namanya? Kenaikan gaji 100 - 200 ribu perak pertahun itu sudah biasa. Tapi kenaikan dua kali lipat dari gaji yang ada, luar biasa bukan?
  • Yang tidak kalah pentingnya, sejak rutin memberi kami sekeluarga lebih banyak sehat sentosa-nya. Musim boleh berganti, kesehatan kami tetap terjaga (walau di rumah saya ada 3 orang anak kecil yang biasanya rentan penyakit). Alhamdullilah. (Bukankah ada yang bilang, kesehatan itu harta dan rejeki paling berharga?).
Alhamdullilah...alhamdulillah...alhamdulillah...
Thank you, thank you, thank you, God, for all Your blessings, guidance, protection, and everything.

PENTING
Jangan salah sangka. Saya membuat daftar keberuntungan saya di atas bukan dengan tujuan pamer atau takabur (sombong). Sama sekali bukan.3X.
Seperti sudah saya katakan, tujuan pertama saya adalah untuk memotivasi Anda agar tidak takut memberi. Untuk meyakinkan Anda bahwa MEMBERI itu "MENGHASILKAN", bahwa memberilah rahasia keberuntungan hidup itu.
saya juga ingin membuka mata Anda bahwa apa yang saya ceramahkan ke Anda selama ini itu benar adanya. Saya salah satu bukti nyatanya.

Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah pasti akan menggantinya dan DIA-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.
~   Q ur'an: Surat Saba': 39   ~
Tujuan kedua, untuk membuktikan betapa beragamnya cara yang Tuhan tempuh untuk mengembalikan pemberian kita, dengan berlipat ganda, dan membuat Anda orang yang selalu beruntung.
TUHAN itu sangat kreatif (ya iyalah, kan DIA sang MAHA Kreatif alias OUR CREATOR). Jadi seringkali cara yang dipakai-NYA untuk membalas kita juga unik dan luar biasa.
Nah, inilah yang membuat kita terus-menerus mengalami nasib baik atau keberuntungan, selama kita terus memberi.
Karena, sekali lagi, selama Anda terus memberi, Tuhan akan harus terus menciptakan cara dan sarana untuk membuat pemberian kita tadi kembali kepada kita.
  • Bisa jadi DIA akan menghindarkan kita dari segala macam bencana, musibah, kecelakaan, penyakit atau gangguan kesehatan lainnya yang menghabiskan harta.
  • Bisa jadi DIA akan mengangkat kesedihan, kedukaan dan kedepresian dalam hidup kita sehingga kita tidak perlu mengeluarkan uang untuk membayar biaya konseling psikiater yang mahal.
  • Bisa jadi juga DIA akan mengubah suatu sistem di tempat kerja (misalnya perubahan sistem penggajian) atau bahkan di level negara (seperti perubahan perhitungan pajak yang saya alami) untuk memungkinkan kita mendapat limpahan rejeki.
  • Atau DIA akan menggerakkan hati orang untuk menolong kita, memberi kita hadiah, bantuan, perhatian dan persahabatan.
  • Atau Dia akan menjauhkan dan menjaga kita dari orang-orang yang bisa membawa keburukan dan hanya akan merugikan kita, seperti penjahat, orang yang mangajak berbuat sesat, atau semua mereka yang punya niat tidak baik pada kita
  • Bila kita karyawan, perusahaan kita akan dimajukan dan dijaga kelangsungan hidupnya, agar sumber penghasilan kita juga terus terjaga.
  • Bila kita wirausahawan, DIA bisa membuat bisnis kita ramai dan jualan kita laris manis, sehingga kita untung bertambah-tambah.
  • Atau kadang juga, imbalan kita itu diberikan dengan cara yang aneh, unik, luar biasa tapi menyenangkan, seperti menemukan uang di pinggir jalan, mendapatkan hadiah selembar uang di dalam sabun mandi yang kita pakai, menang undian, dsb.
  • Atau mungkin dengan mendapat diskon untuk pembelian yang kita lakukan, atau bunga 0% untuk pinjaman. Atau kemungkinan-kemungkinan lain yang tidak terhitung jumlahnya. (Sampai ada yang bilang bahwa Tuhan itu punya selera humor yang tinggi dan bahwa HE works in mysterious ways).
Yang jelas, dengan segala cara, pemberian kita HARUS kembali ke kita berlipat ganda sesuai JANJI-NYA.
Nah sekarang coba Anda bayangkan kalau seluruh warga bangsa ini menerapkan ikhlas memberi di setiap saat, di setiap kesempatan. Berlomba-lomba mereka untuk saling memberi, berbagi dan mengasihi sesama. Maka bukankah Tuhan kemudian harus menciptakan cara untuk memakmurkan dan memajukan bangsa ini secara keseluruhan sehingga taraf hidup SEMUA warganya MENINGKAT?
Bukankah Tuhan kemudian harus menetapkan cara agar memungkinkan semua orang yang telah memberi tersebut mendapatkan imbalan berlipat ganda mereka?
Di sinilah bagaimana memberi bila diterapkan oleh semua orang pada akhirnya akan membawa keajaiban untuk kehidupan seluruh bangsa dan negara ini.
Memberi = Isyarat meminta tolong

Sekarang ini, memberi telah menjadi salah satu alat penolong utama saya dalam kehidupan sehari-hari, dalam semua kondisi.
Entah sedang banyak rejeki, atau, terlebih lagi, pada saat saya sedang bokek. Justru, pada saat saya membutuhkan bantuan, atau semakin saya dalam masalah gawat, dan semakin saya kehabisan uang, maka hal pertama yang harus saya lakukan adalah memberi.
Karena saya tahu, dengan memberi tersebut, saya telah menghidupkan sinyal atau alarm SOS kepada Tuhan untuk mengirimkan bantuan-NYA.
Jadi kalau Anda butuh uang banyak dalam waktu cepat, apa yang Anda bisa lakukan? Ya, betul, silahkan memberi.
Uang sejumlah sepuluh kali lipat pemberian Anda, akan segera menuju Anda.
Kalau Anda sedang dalam kesulitan, apa yang Anda lakukan? Ya, betul, memberi juga.
Maka pertolongan Sang Maha Kuasa akan segera menghampiri Anda.
Bila Anda beruntun terkena musibah dan masalah, apa jalan keluarnya? sekali lagi, betul. Silahkan membayarkan zakat Anda, memberi sedekah atau hadiah.
Maka nasib malang tadi akan segera berubah.
Insya'allah...
Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan siang hari...mereka mendapat pahala...dan Tidak ada kekhawatiran ... dan tidak pula mereka bersedih hati.
~   Q ur'an: Al-Baqarah: 274  ~
Lain ladang lain belalang, demikian pepatah megatakan yang artinya : lain agama lain pula pengajarannya. Pada tulisan diatas sudah saya bahas bagaimana agama Islam mengajarkan melalui Al-Qur’an dan Hadist tentang hal “pemberian” kepada semua umatnya. Sekarang kita coba men-share-kan dengan pengajaran yang di kutib dari Alkitab lain, Taurat, Zabur Daud dan Injil :
Kata-kata  Kebijaksanaan yang di kutib dari Kitab Pengkhotbah 11 : 1 sbb:

“ Lemparkan  roti Anda di atas air, maka Anda akan menemukan itu setelah beberapa hari." Pengkhotbah 11:1

Salomo mempersembahkan mutiara yang sama dari kebijaksanaan: jika Anda ingin minum dari sumur, Anda harus terlebih dahulu perdana pompa. Perikop ini adalah tentang menabur dan investasi, memberikan keluar dan memiliki iman bahwa Allah akan memberikan kembali kepada Anda dalam kembali - suatu hari nanti, jika tidak segera. Itu sebabnya Salomo mengatakan, "Melemparkan  roti Anda di atas air, dan Anda akan menemukan itu setelah beberapa hari."

Orang-orang Turki memiliki pepatah yang serupa: "Perbuatlah apa yang baik, membuangnya ke dalam air Jika ikan tidak tahu itu, Tuhan lakukan.." Idenya adalah bahwa memberi adalah hidup, tinggal di sebuah cara yang menghormati kepada Allah. Berikut adalah bagaimana hal itu dilakukan....Baca terus di : Rahasia Keberuntungan ( bag 8)



_()_
Rahayu!
Posting Komentar